Kamis, 27 Agustus 2020

PENERAPAN PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING PADA MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN DI MASA PANDEMI COVID-19

Novia Dwi Rahmawati
Universitas Hasyim Asy‘ari, Jombang
noviadwirahmawati314@gmail.com

 

Abstrak. Saat ini dunia sedang dihadapkan pada situasi pandemi global covid-19, segala
aktifitas pendidik dan peserta didik dialihkan dirumah. Sesuai himbauan Menteri Pendidikan
Dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait pembelajaran secara daring dan bekerja dari
rumah dalam rangka penyebaran corona virus disiase (COVID-19). Pembelajaran daring
merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa tatap muka melalui platform yang tersedia.
Mata kuliah kewirausahaan berdasarkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dalam 16 x
2 sks x 100 menit tatap muka. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penyampaian
mata kuliah kewirausahaan menggunakan pendekatan kontekstual. Dengan pembelajaran
kontektual (Contextual Intstruction) mahasiswa memiliki keahlian dalam menghubungkan
isi dari subjek akademik dengan konteks kehidupan sehari-hari sehingga memotivasi supaya
lebih berani dalam merancang usaha. Pada pertemuan ke-9 dikarenakan Imbauan dari
Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait pembelajaran secara
daring, maka dosen matakuliah kewirausahaan menata ulang penyampaian mata kuliah
dengan model pembelajaran blended learning. Blended Learning merupakan sebuah
kombinasi dan berbagai pendekatan di dalam pembelajaran. Sehingga dapat dinyatakan
bahwa blended learning adalah metode pembelajaran yang menggabungkan dua atau lebih
metode pendekatan dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan dari bersamaan di dalam
proses pembelajaran tersebut. Salah satu contohnya adalah kombinasi penggunaan
pembelajaran berbasis web dan penggunaan metode tatap muka yang dilakukan secara
bersamaan di dalam pembelajaran. 

Kata kunci: blended learning, covid-19, kewirausahaan

Pada tanggal 2 Maret 2020 Presiden Joko Widodo menyebut dua warga
negara Indonesia sempat berkontak dengan seorang warga negara Jepang yang
positif Covid-19 (https://www.cnnindonesia.com/nasional/ 20200302111534-20-
479660/jokowi-umumkan-dua-wni-positif-corona-di-indonesia, pembelajaran
diperguruan tinggi masih dilaksanakan di kampus. Mata kuliah Kewirausahaan
yang penyampaian materi dengan cara model kontekstual berjalan dengan lancar.
Mahasiswa mulai merancang usaha dengan ide-ide yang dimiliki dengan melihat
keadaan pasar. Sampai terdapat himbauan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan
Republik Indonesia terkait pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah

dalam rangka penyebaran corona virus disiase (COVID-19) (Kemdikbud, 2020),
sehingga Universitas Hasyim Asyi‘ari Jombang melaksanakan pembelajaran secara
daring. Dikarenakan pada pertemuan ke-1 hingga pertemuan ke-8 dilaksanakan
dengan tatap muka, maka dosen yang mengampu mata kuliah menata ulang
penyampaian mata kuliah dengan model pembelajaran blended learning. Blended
Learning merupakan sebuah kombinasi dan berbagai pendekatan di dalam
pembelajaran. Sehingga dapat dinyatakan bahwa blended learning adalah metode
pembelajaran yang menggabungkan dua atau lebih metode pendekatan dalam
pembelajaran untuk mencapai tujuan dari bersamaan di dalam proses pembelajaran
tersebut. Salah satu contohnya adalah kombinasi penggunaan pembelajaran berbasis
web dan penggunaan metode tatap muka yang dilakukan secara bersamaan di dalam
pembelajaran. Langkah pertama yang dosen lakukan menghubungi ketua kelas
untuk membuat grup WA untuk melaksanakan sosialisasi pembelajaran secara
daring, dosen dan mahasiswa akan merundingkan menggunakan platfrom apa saja
yang akan dilaksanakan untuk perkuliahan daring mata kuliah kewirausahaan.

 Penggunaan Platform (WA grup, Zoho, dan Edmodo)
Setelah merundingkan dengan mahasiswa maka disepakati menggunakan
platform WA grup untuk memulai perkuliahan atau pemberian informasi terkait
tugas, kuis dan UAS.
Platform Zoho digunakan untuk absensi online dikarenakan lebih efisien dan
mahasiswa bisa tanda tangan kehadiran secara online sesuai waktu perkuliahan
yaitu dimulai dari pukul 08.00 – 09.40 lebih dari itu dianggap tidak mengikuti
perkuliahan.

Platform yang ketiga menggunakan platform Edmodo untuk menggunggah
jawaban saat tugas yang disertai saling menanggapi tugas rekan lainnya.

Evaluasi Pembelajaran mata kuliah kewirausahaan disaat pandemi covid-19
Pada pertemuan ke-9 pembelajaran secara daring, dosen menginformasikan
materi-materi yang akan dipelajari yaitu: Menciptakan bentuk dan peluang usaha
baru, Benefits of Branding To an Entrepreneur, Selling Comunication Skills,
Creative Selling, Consumen Behaviour, Langkah-langkah Presentasi kreative dan
inovasi produk usaha.
Untuk memulai pembelajaran daring, dosen memberi kesempatan kepada
para mahasiswa untuk membaca dan memahami materi buku ajar kewirausahaan
tentang Menciptakan bentuk dan peluang usaha baru dalam waktu 35 menit, setelah
itu memberikan penugasan kepada mahasiswa untuk mengerjakan tugas pada buku
ajar untuk diunggah di WA dan ditanggapi oleh rekan mahasiswa yang lainnya
dalam kurun waktu 45 menit, dan 20 menit dosen memberikan penguatan terkait
materi yang dipelajari hari ini. Setelah pembelajaran daring pertemuan ke-9 selesai
dosen melakukan evaluasi pembelajaran mata kuliah kewirausahaan, dosen melihat
kreatifitas mahasiswa meningkat dalam berfikir untuk berpendapat, yang biasnya
dikelas hanya beberapa yang terlibat dalama menanggapi presentasi dari rekannya,
pada pembelajaran daring hampir semua mahasiswa saling menanggapi tugas yang
diunggah oleh rekannya. Hal ini sejalan dengan pendapat Maryam (2018), bahwa

strategi blended learning memberkan pengaruh yang signifikan terhadap
kemampuan berpikir kreatif mahasiswa.
Pembelajaran Daring pertemuan ke-10, setelah dosen menugaskan mahasiswa
belajar mandiri (dalam blended learning termasuk pembelajaran offline), Dosen
memberikan penugasan dengan sistem yang berbeda. Hal ini dilakukan Dosen
supaya mahasiswa tidak bosen dalam pembelajaran daring yang merupakan hal baru
bagi para mahasiswa yang mana membutuhkan penyesuain terhadap pembelajaran
daring. Setelah 35 menit memberi kesempatan mahasiswa untuk membaca dan
memahami materi Benefits of Branding To an Entrepreneur secara mandiri.
Kemudian dosen memberikan informasi digrup untuk penugasan terhadap
mahasiswa dengan membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok dan saling
menanggapi dengan rekan satu kelompoknya dalam waktu 45 menit, dan 20 menit
dosen memberikan penguatan terkait materi Benefits of Branding To an
Entrepreneur.

Selanjutnya pada pertemuan ke-11 sampai 13 untuk penugasan diunggah
pada platform Edmodo, dan pada waktu 20 menit terakhir dosen memberikan
penguatan terkait materi. Dosen melaksanakan Evaluasi bahwa dengan mengunggah
tugas pada platform edmodo lebih praktis dan efisien, karena setiap unggahan tugas

bisa dilike dan ditanggapi oleh rekan mahasiswa lainnya. Sejalan dengan pendapat
Fitriasari (2017), bahwa Edmodo merupakan sebuah platform pembelajaran sosial
untuk pendidik dan peserta didik yang menyediakan beberapa fitur untuk
mendukung pembelajaran daring seperti penugasan, kuis, penilaian dan lain
sebagainya. Melalui Edmodo pendidik dan peserta didik dapat berbagi catatan dan
dokumen serta dapat melanjutkan diskusi secara online.

Pada pertemuan 14 dan 15, dosen memberikan penugasan dengan pengajuan
masalah, yang pertama dilakukan dosen adalah menunjukkan suatu soal dari materi.
Kemudian setiap mahasiswa untuk mengajukan permasalahan dan solusi dari materi
yang dipelajari, Dari sini dosen mengevaluasi bahwa pembeljaran daring mata
kuliah kewirausahaan lebih efektif jika setiap penugasan berupa pengajuan masalah,
selain akan menumbuhkan berpikir kreatif juga menghindari mahasiswa untuk copy
paste pekerjaan rekannya.
Analisis Dosen dalam pembelajaran kewirausaan disaat pandemi covid-19
Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan oleh dosen, Pembelajaran Blanded
Learning perlu ditingkatkan kembali terkait pandemi covid-19 belum dapat

dipastikan kapan akan berakhir. Dan dosen juga harus mengkoordinasikan
mahasiswa supaya siap dalam pembelajaran daring.
Dengan menggunakan platform form Zoho mahasiswa akan terlatih disiplin
dikarenakan mereka akan absensi pada pukul 08.00 – 09.40 sesuai waktu
perkuliahan tatap muka. Selanjutnya dengan penggunaan grup WA mahasiswa akan
mudah melaksanakan koordinasi dan informasi terkait penugasan, kuis dan UAS.
Akan tetapi grup WA kurang kondisional saat dilaksanakan suatu diskusi,
mahasiswa mengalami kesulitan untuk memastikan apakah rekan-rekannya sudah
ditanggapi unggahannya. Maka solusinya dengan menggunakan platform Edmodo
mahasiswa akan mudah untuk memberikan like dan menanggapi pada kolom
komentar, sehingga mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam menandai
unggahan rekan-rekannya untuk ditanggapi.
Ketika Dosen melakukan pembelajaran daring dengan penugasan berupa
pengajuan masalah, mahasiswa disini akan terlatih untuk berpikir kreatif dan
menghindari contekan saat UAS. Karena pengajuan masalah setiap mahasiswa satu
dan lainnya berbeda-beda, sehingga akan melatih mahasiswa berpikir kreatif.
Rahmawati (2020), Proses berpikir kreatif merupakan suatu proses yang
mengkombinasikan berpikir logis dan berikir divergen. Berpikir divergen digunakan
untuk mencari ide-ide untuk menyelesaikan masalah sedangkan berpikir logis
digunakan untuk memverifisikan ide-ide tersebut menjadi sebuah penyelesaian yang
kreatif.
Sehingga dosen menganalisis bahwa penggunaan absensi menggunakan zoho,
penugasan dengan pengajuan masalah dengan diunggah pada platform edmodo dan
pemberian penguatan saat diskusi online merupakan hal efisien untuk membelajaran
Blended Learning pada pembelajaran daring.

Analisis Mahasiswa dalam pembelajaran kewirausahaan disaat pandemi
covid-19

Berdasarkan hasil feedback yang diberikan kepada beberapa mahasiswa oleh
dosen mata kuliah kewirausahaan terkait pembelajara daring disaat pandemi Covid-
19, diperoleh analisa sebagai berikut: Mahasiswa pada pertemuan daring ke-9
mengalami kesulitan dan kebingunan saat dosen memberi penugasan untuk
menanggapi unggahan setiap rekannya, karena jika di WA akan tertindas tanggapan
rekannya, kemudian untuk absensi onlin mahasiswa sangat bilang sangat efektif dan
merasa seperti tanda tangan diperkuliah tatap muka. Selanjutnya penugasan dosen
dengan pengajuan masalah sesuai materi, mahasiswa mengungkapkan cukup efisien
baik waktu dan proses memberi tanggapan kepada unggahan rekan-rekannya. 

Daftar Rujukan
Fitriasari, Putri. 2017. Aplikasi Edmodo Sebagai Media Pembelajaran E-Learning.
Prosiding PPS Tanggal 26 November 2016(https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Ouy67VCzH08J:https://jurnal.univpgripalembang.ac.id/index.php/prosiding/article/view/877+&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-b-d)


Kemdikbud, 2020. pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam
rangka penyebaran corona virus disiase (COVID-19). Jakarta: Direktorat
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Dan
Kebudayaan


Jokowi Umumkan Dua WNI Positif Corona di Indonesia. 2020.
(https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200302111534-20-479660/jokowiumumkan-
dua-wni-positif-corona-di-indonesia diakses pada tanggal 23 Mei
2020)


Maryam, Isnaeni. 2018. Pengaruh Blended Learning Berbantuan Microsoft
Mathematic Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif. Jurnal Pendidikan Surya
Edukasi. 4(2) Hal 23-33


Rahmawati, Novia Dwi. 2020. Proses Berpikir Kreatif dalam Pengajuan Masalah
Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu


 

https://drive.google.com/file/d/1jP85RQlI4lu6XxGHxfwcxiaV6o2lBC1N/view?usp=sharing

Novia Dwi Rahmawati

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

 
biz.