Dalam
buku New Wave Marketing (2008) dan Connect (2009), sudah disinggung bahwa
bumi masih tetap bulat, tetapi pasarlah yang menjadi datar! Kenapa datar? ya,
karena sekarang semua orang sudah bisa ter-connect
dengan lebih mudah satu sama lain. Dalam konteks bisnis, Connectivity terjadi tidak hanya anatara perusahaan dan pelanggan,
namun juga diantara sesama pelanggan sendiri. Dan ini berlaku baik dunia nyata
maupun dunia maya. Akibatnya, ya itu tadi arus informasi tidak vertikal seperti
dulu lagi.
Lalu,
bagaimana menjadikan hubungan bisnis kita dengan pelanggan bisa berkelanjutan? “Trust is absolutely key to long term
success. you can’t have any succes without trust”, demikian kata-kata dari
Jim Burke, mantan CEO Johnson & Johnson. Ya, menurutnya kepercayaanlah kunci
untuk membangun kesuksesan jangka panjang.Akan tetapi dalam buku Hermawan
(2012) , aspek Character-lah yang justru lebih penting. Logikanya sederhana.
Akankah anda percaya dengan salesman yang
pintar, kominikatif, presentasinya yahud, namun suka bohong? tentu tidak.
Peran
Character dalam penerapan selling sangat penting. Untuk mendeskripsikan karakterk akan
dibahas 4 dari 6 pilar karakter yang dikembangkan oleh Josephson Institute of
Ethics.
Trustworthiness
Dalam
model Josephson Institute of Ethics, ketika seorang anak berusia 4-6 tahun, ia
sebaiknya mulai belajar tentang trustworthiness.
Anak itu mulai belajar tentang kejujuran sebagai salah satu wujud trustworthiness yang merupakan elemen
dasar dari ethics.
Trustworthiness
digambarkan dengan warna biru. Anda tahu makna yang terkandung didalamnya? warna
biru itu selalu identik dengan laut atau samudera yang sangat dalam. Selain
itu, biru juga identik dengan langit yang sangat luas. Kejujuran dan Integritas
Seseorang manusia mestinya sedalam samudra dan setinggi langit biru yang tidak
terbatas. Pada Intinya, hal ini harus melekat pada diri seseorang kapan pun,
dimana pun, serta saat dia bersama siapa pun.
Respect
Setelah
jujur dan integritas, lantas apa selanjutnya? Jawabannya adalah respect. Hal ini dapat berwujud tindakan
untuk memperlakukan orang lain dengan hormat, menoleransi perbedaan, dan
mengatasi ketidaksepahaman dengan baik. seorang anak berusia 6-8 tahun
disarankan oleh Josephson Institute of Ethics untuk mendalami respect. Warna emas untuk menyimbolkan respect. Jika kita imajinasikan, apa
yang terlintas dibenak kita saat menilai emas? Anda pasti akan melihat benda
itu sebagai sesuatu yang sarat nilai. ya. Respect
itu seprti halnya emas yang sangat bernilai. Emas dihargai dimana pun dibelahan
bumi.


